JAKARTA, Triasmedia.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melakukan penyegaran organisasi yang cukup signifikan di jajaran strategis Polda Metro Jaya. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan keputusan mutasi untuk tiga pejabat utama di wilayah hukum yang memiliki kompleksitas tinggi ini, sebagai bagian dari upaya penguatan kinerja dan dinamika organisasi kepolisian.
Mutasi tersebut resmi tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/99/I/KEP/2026 yang diterbitkan pada Kamis (15/1/2026). Informasi lengkap mengenai perubahan jabatan ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta pada Sabtu (24/1/2026).
Tiga pejabat yang menjadi sasaran mutasi adalah Direktur Reserse Siber (Dirressiber) Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal Polisi Roberto GM Pasaribu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Komisaris Besar Polisi Edi Suranta Sitepu, serta Kepala Biro Perencanaan Umum dan Anggaran (Karo Rena) Komisaris Besar Polisi I Bagus Rai Elryanto.
Rincian Perpindahan Jabatan
– Brigjen Pol Roberto GM Pasaribu yang sebelumnya menjabat Dirressiber Polda Metro Jaya kini akan menjabat sebagai Perwira Tinggi (Pati) Bareskrim Polri. Posisi yang ditinggalkannya akan diisi oleh Kombes Pol R. Bagoes Wibisono, yang sebelumnya memimpin Dirressiber Polda Jawa Barat.
– Kombes Pol Edi Suranta Sitepu mendapatkan promosi dan penugasan baru sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (Karokorwas PPNS) Bareskrim Polri. Jabatan Dirreskrimsus Polda Metro Jaya selanjutnya dipercayakan kepada Kombes Pol Victor Dean Mackbon, yang sebelumnya bertugas di Polda Papua sebagai Dirreskrimsus.
– Adapun mengenai pengganti Kepala Biro Perencanaan Umum dan Anggaran, informasi resmi terkait nama pejabat yang akan menjabat akan diumumkan pada waktu yang akan datang melalui surat edaran terpisah dari Kapolri.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto menjelaskan bahwa mutasi ini merupakan bagian dari pola rotasi rutin yang dilakukan Polri secara berkala. Tujuan utama dari rotasi ini adalah untuk menjaga kesinambungan kerja organisasi, meningkatkan profesionalisme anggota melalui pengalaman di berbagai wilayah dan unit kerja, serta memastikan optimalisasi kinerja di setiap lini, khususnya di Polda Metro Jaya yang menjadi fokus perhatian karena tantangan keamanan dan hukum yang terus berkembang.
“Rotasi pejabat ini diharapkan dapat membawa energi baru dan wawasan yang lebih luas untuk menghadapi berbagai kompleksitas kasus yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” ujar Budi Hermanto.(i,s)













