BINTAN  

KNTI Bintan Bahas pencemaran limbah minyak hitam membuat resah nelayan

Bintan, Triasmedia.com- Isu persoalan yang dihadapi para nelayan bukan hanya bicara alat tangkap saja, namun yang lebih krusial adalah tentang perairan Bintan tercemar limbah minyak hitam membuar resah nelayan, Kamis (12/2/2026).

Banyak hal menarik yang dibahas dalam diskusi publik, dengan menghadirkan narasumbr Dosen Umrah serta UPTD Perikanan Kawal dengan memetakan potensi pulau bintan, khususnya perikanan dan pesisir.

“Disitu kita bicara ruang hidup, ada tanah, kesehatan dan pendidikan dan potensi lainnya bagi para keluarga nelayan,” sebut ketua KNTI Bintan, Sukur Hariyanto.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Buyung ini menambahkan, dari rangkaian kegiatan itu pemerintah dapat mengambil satu bagian bagaimana keinginan nelayan dapat terakomodir dengan tepat.

“Keinginan nelayan yang ingin disampaikan saat ini bagaimana alat tangkap yang selalu digunakan tidak rusak akibat tercemar limbah minyak hitam, kemudian masalah konflik ruang di laut, ada nelayan bubu, nelayan jaring serta alat tangkap yang dilarang,” tambah Buyung.

Tidak sampai disitu saja, lanjutnya persoalan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi hingga kini masih sedikit, sedangkan jumlah nelayan masih tinggi, hal ini perlu menjadi perhatian serius oleh pemerintah.

“Bagaiman mereka menangkap ikan dengan jarak yang jauh sedangkan BBM nya yang didapat hanya sedikit dan tidak sesuai dengan kuota yang didapat,” timpalnya lagi. (Jo)

Exit mobile version